katakan siapa yang mengenang senja di setiap pentang bernada?
latakan padaku, siapa yang telah menghapus nestapa di setiap sandiwara tanpa keresahan jiwa
katakan selembut apa sutra dunia di penghujung kalacakra di tempa dan di bina
katakan siapa yang menaruh nyawa yang hidup menyelaras satu tangan dalam genggaman peristiwa
katakan
katakanlah siapa yang jujur pada waktu yang hinggap dan serasa satu jiwa
Rabu, 21 Oktober 2015
Selasa, 26 Mei 2015
Piringan hitam..
Suatu saat sang istri membukakan pintu untuk seseorang yang mengetuk pintu. sebenarnya ada ketakutan yang hadir dalam dirinya, 'Siapakah ia?'. sebelum pintu itu dibukakan, ia berteriak pada seseorang itu "siapakah Tuan yang sedang berada di luar?" tak ada yang menjawab.. tak lama ketukan itu hadir lagi. "siapa?" tak pula dijawab orang itu. Seorang istri itu membukakan pintu dan melihat, mayat suaminya digenggam oleh seseorang berjubah. Ia tak dapat melihat matanya. orang itu tegak berdiri di hadapannya.
Ia berlari ke dalam rumah, ia tarik mayat suaminya, ia kunci pintu rumahnya. orang di luar tak lagi mengetuk pintu. Ia bersenandung. Piamanya menjadi merah, darah... suaminya dipeluk erat-erat. suaminya dirangkul dan dicium dengan penuh haru..
Kau tahu, sajak apa yang disenandungkan sang istri..
sayang mimpimu tak lagi nyata,
aku tak pernah menyalahkan takdir,
malam tadi kau berteriak dalam mimpi,
membunuh nyawa yang lantas tak berdosa,
lalu mereka berdoa,
lalu mereka brtindak,
lalu mereka membunuh karena mimpi mereka..
kau tak bersalah,
namun mereka terlalu mempercayai mimpi
kau tak salah..
aku yang salah.. sebab aku mengerti mimpi..
jangan pergi dulu..
bertahan untuk anakmu.
aku pergi...
Bidadari, ya istrinya turun ke bumi untuk mimpi dihadapannya, ternyata setan telah membunuh manusia itu.. bukan kawan, dia bukan suaminya. seorang bidadari jatuh cinta pada seorang pemuda.
Siapa yang bertanggung jawab atas semuanya? sang peri turun ke bumi, sebelum itu di kayangan menghukum bidadari. iya bernyawa. Namun menjadikan semua nestapa, ia bahagia, namun menjadikan semua lenyap. Ia tak abadi, nyawanya digantikan dengan suami. sebab mimpinya luput menjadi debu.. ia menjadi abu.. ia terlempar. gradasi....
Seorang pria mendengar cerita dari piringan hitam yang di putar, dibawah jendela, dibawah langit beratap genting lapuk, bersama secangkir kopi yang telah mengeras, tanpa air, tanpa hangat..
Sebab itu adalah kopi terakhir yang dibuat sang calon istri yang rela membagi nyawanya...
#sebab insani tak pernah tau seberapa jauh manusia ditinggikan, sebab insani tak pernah tau seberapa jauh peri dijatuhkan. Derajat siapa yang tau selain Tuhan..rasa siapa yang tau, selain Dia yang memberikan.
Langganan:
Postingan (Atom)