Jumat, 24 Oktober 2014

putaran dan tamparan

Layaknya manusia yang terlalu merenungi setiap kesalahannya. Begitu pun aku, karna aku manusia seperti mereka. Pemikiran setiap manusia itu berbeba-beda. Karna setiap otak mereka beriai pengalaman dan pengetahuan yang memberikan pemahaman yg berbeda pula. Mungkin dipemikiran teman-temanku disini lebih pada bagaimana mereka menghabiskan waktu. Bukan bagaimana vara memanfaatkan waktu.
       Kadang setiap pengalaman berikan kedewasaan pada setiap pemikiran manusia, tapi tidak semua dapat menjadikan realita yang sempurna. Lalu hanya sebatas berfikir cerdas tanpa mampu melakukan tindakan yang difikirkan itu.
      Hal yang membuatku keceqa dan kesal kepada dirilu sendiri reader.. Aku hanya mampu berfikir tanpa mampu bertindak, padahal setelah itu barulah aku menyadari bahwa otakku lebih cepat menggali dari pada otak mereka yang mampu berteriak sekali. Jadi aku kalah? Kataku dalam hati pada sendiri.
     Aku mampu berfikir lebih cepat dari mereka namun apa daya mengatakan apa yang terbesit dlm pikiranku aendiri.. Kecewa pasti. Menyesal tentu. Lalu apa yang aku lakukan tuk sekedar mengucap.
   
      Salah satu temanku berkata.. Ko kamu kelelep sih mel, kupikir diawal kau akan timbul kepermukaan, lalu bergembira..???
Tidakkah aku percaya terhadap diriku sendiiri, yang orang lainpun percaya.. Lalu tak ada alasan untuk mengatakan kalah dalam pertarungan. Sukmaku bilang.. Kamu yang telah memilih jalan ini, lalu kau akan seperti dulu ditimbun dan menimbun diri???

     Aku termangu, merasa bahwa aku adlah manusia terbodoh yang Tuhan ciptakan.
Tapi ragaku menegur.. Aku manusia terlahir istimewa, diciptakan sebaik-baiknya.. Maka perlu berjalan dengan kehebatan disetiap perjalanannya..
     Maka aku meati bangkit, sebeluma aku terpuruk dan terdampar di hamparan luas dan menunggu ditampar atau menampar sendiri dipitaran hidup yang fana..

Selasa, 24 Juni 2014

bintang dari syurga

Bintang terdekat dari syurga.
Kau impian yg terbentuk dari mimpiku beberapa tahun silam.
Kau kata yg termaknai dlm puisi indah yg dikirim
Kau cahaya yg mampu lumpuhkan semua ruang dibenakku.
Sempurna jingga dalam senja
Sempurna dirimu layak bintang dlm malam
Sembunyikan namamu disetiap perkataan adlh tantangan luar biasa yg kujalani.
Simpan namamu dikalbuku adalh hal yg bisa kulakukan untukkmu.
Cuma itu yg bisa kulakukan.
Apa yg bisa kuperbuat tuk membalas semua yg kau beri.
Terimakasih untuk semuanya.
seandainya ada hal yang bisa kulakukan mungkin setidaknya memang ada yang kulakukan bagimu yang kurasa kau berikan hal istimewa bagiku.
terima kasih sangat telah mampu pahami ku

"siapapun kamu, dari planetmanapun kamu berasal, dan berapa ratus tahunpun umurmu, aku akan selalu nyaman disisimu. jangan pergi tanpa membawa namaku kemanapun itu"

"terkadang aku benci ketika aku jauh darimu, namun aku senang saat Tuhan memberikan jarak pada kita, bukan karena jauh tapi aku senang karna bagaimanapun itu, jarak telah ajarkan aku tentang merindukanmu"

'tetaplah menjadi mimpiku, wahai mimpi~
for you JUSTE MELANCOLIE

Selasa, 17 Juni 2014

manusia dimata manusia

Pernah tidak kalian merasakan sesuatu yang teramat hebat?

Hal ini pernah dan sedang atau bahkan selalu aku rasakan, seandainya diterjemahkan butuh 5-6 buku untuk diceritakan.
Menurutku kisah setiap manusia itu beda- beda. Termasuk kisahku, kadang satu yang lainnya cemburu pada kisah yg lainnya, padahal semua kisah 'sama' kataku 'istimewa'
Suatu saat aku merasakan hal yang luar biasa dlm kisahku.
Bentuk pengaguman atau rasa penasaran entahlah aku pun bingung.

Aku anggap itu sebuah kesalahan. Pada awalnya. Sekarang? Aku bahagia.
Pernah waktu itu aku main dgn temanku diekek. Trus au memaikai kereta jam 5. Saat distasiun, sambil menunggu kereta aku baca surat ar-rahman. *rajin amat. Hoho itu soalnya qur'annya baru, hadiah dari hani.. Kalo ga slah itu bln januari/ desember.
Trus selesai membaca, pas pada ayat terakhir aku menutup qur'an. Dan kteta datang. Aku berbisik dalam benak " Yaa Rabb, jika dia benar untukku maka dekatkanlah hatiku dgn hatinya beserta ridho- Mu, jika aku hanya menyakiti siapapun dan dia bukan untukku maka damaikanlah hatiku ini'.
Setelah kereta berhenti tepat dihadapanku salahsatu pintu kreta. Lalu turun kaki seseorang dan kalian tahu jantungku berdegup kencang. Seseorang datang dihadapanku. Kalian tahu itu siapa? Itulah sosok manusia yang istimewa dimanusia ini.
Dan aku mulai canggung, berkeringat, dan salah tingkah. Meminimalisir itu aku nasuk duluan meninggalkannya diluar.
Didalam kreta hatiku terus berkecamuk..
Diamdiamdiam... Begitulah caraku meminimalisir. Selain itu aku seperti marah dan kesal jika aku bingung harus berbuat apa. Untuk carra ini aku ceritakan nanti pada episode berikutnya..=D



ini benar-benar terjadi dan sadari tak ada yang kebetulan..





Rabu, 04 Juni 2014

siapa?

Sempurna untuk sekedar kata,
entah apa yang selalu dilakukan orang ini,
istimewan atau bahkan sempurna,
tak layakku menuntutnya, karna tak ada yang perlu diperbaiki,
terlalu istimewa dimataku,
tetap menjadi berarti bagi siapapun,
lihat yang butuhkanmu,
setiap ucapanku selalu membingungkan,
entah terkadang akupun kebingungan,
terima kasih, terima kasih terima kasih
maaf ubtuk apapun,
seandainya ada bongkahan sesal dan apapun itu,
aku siap, karna ku pikir aku memang mengesalkan :)
kau mimpiku, jangan pergi  saat takdir berkata tinggal.

siapa?
kau...
kau yang serupa, kau yang istimewa, kau yang tak mau marah, kau... yes you are 
my dream~ katamu-kataku, untukmu dan untukku..
swt~

biar senja yang kan selalu kjembali pulang, hantarkanmu pada sambutanku, dan kau tau itu

Kamis, 10 April 2014

Apa?


9 April 2014- sebuah kisah yang mungkin bisa membuat bathinku bingung.
Mengapa tidak, hari itu aku tidur siang sekitar pukul 15.15 dan aku mimpi bahwa tangan kiriku bergetar, dalam mimpi itu aku melihat sebuah pintu kereta dan sebuah tangga naik menuju kereta. Lalu aku berbalik dalam mimpi itu aku melihat hembusan angin menghampiriku bukan, atau entah apa yang dibisikan angin itu pada telingaku, jika aku bisa menerjemahkannya mungkin saat ini takkan menjadi sebuah perdebatan sengit adlam pikiranku.
                16.30 aku melihat jam, saat itu adalah saat yang tidak aku sukai dimana aku bangun tidur dengan perasaan yang tidak enak, aku bagaikan tak mampu berbuat apa-apa diam dan terkulai lemas.
                Sekitar 17.15 aku pergi kestasiun menaiki kereta KRD pukul 18.25, setelah kereta datang aku tidak bergegas menaikinya, ada perasaan khawatir yang datang, tangan kananku bergetar. Ini real, mimpi itu menyembul menjadi sebuah kenyataan. Meski dalam mimpi tangan kiriku yang bergetar dan saat aku menuliskan inipun tanganku masih tetap bergetar. Hingga aku mendapat kursi paling pojok. Dekat dengan sambungan gerbong, tak lama ada dua orang satpam yang entah mengapa mereka jalan bergegas dan berbicang di sambungan gerbong itu, pesrsis disebelahku, awalnya aku tidak memperhatikan tapi setelah bannyak orang yang memperhatikan, fokussku teralihkan dari lamunan menjadi pemngawasan dengan rasa ingin tahu.
Tak lama salah satu satpam menelpon seseorang, lalu satpam yang lainpun mengambil hp itu dan berbincang dengan sopan, hingga stpam yang sedang menelpon membawa hp itu keluar kereta, dan yang lain mengikutnya sambil berteriak. “ambil saja hp ku sana! Nanti saya balik lagi kesini!’’ dengan nada tinggi, sepertinya mereka sedang bertengkar.
Hingga seseorang diseberang tempat dudukku berkata, bahwa mungkin diantara satpam satpam itu terjadi kesalahpahaman,  karna satpam yang dikejar/ yang menelpon seseorang pertama kali itu, adalah satpam yang sadis –katanya- karna dia telah mendorong seorang penumpang yang tidak memiliki karcis dari atas kereta keluar. And penumpang illegal itu terjatuh, para penumpang menjadi marah pada satpam itu. Dan kejadian itu terjadi pada pagi hari saat satpam itu sedang dinas dan sekarang satpam yang lain terkena dampaknya, entah apa yang terjadi sebenarnya, tapi itulah yang aku dengar dari penumpang diseberangku itu.
Tak lama aku dikejutkan dengan bunyi dentuman, dan kepala satpam yang dinas pagi itu berada di sebuah TANGGA kereta tepat di PINTU kereta dihadapanku. Semua berlari kepintu itu, sampai aku tak bisa melihat mereka lagi karna ditutupi para penumpang. Tapi yang terakhir aku lihat, ya kepala satpam yang dinas pagi itu terkena pintu, dan meminta tolong. Anda you know, tak ada yang membantu sama sekali, tak ada yang berusaha memisahkan, mereka hanya menonton. Sampai ada seorang bapa-bapa berkata “sudah,sudah masa keamanan bertengkkar” kata bapa itu dan satpam-satpam itu tetap bertengkar, saling mencekik satu sama lain-katanya- itu sekitar pukul 18.25
Pukul 18.28 kereta berjalan menuju stasiun berikutnya dan pikiranku masih melayang-layang, tak bisa aku ceritakan semua tentang apa yang aku bayangkan..
Pukul 18.59 kereta tiba di stasiun berikutnya, sekita kurang dari 5 meter menuju pemberhentian, kereta mulai merasa terguncang, kupikir kereta anjlok, dan jujur aku senang berada diluar saat sore. Dua orang penumpang naik kereta, mereka adalah pasangan, dan sang wanita terlihat panic dan pucat, ang pria mencoba menenangkan, tangan mereka saling berpeganangn, dan sang pria tetap mencoba meyakinkan bahwa ini akan baik-baik saja. Lalu ada seseorang penumpang yang bertanya kepada pasangan itu. “ada apa kang?”
Pria itu menjawab :”ada yang bunuh diri pak, saat kereta datang, seseorang menjatuhkan diri dari peron, jatuhnya pun seperti dibawa ANGIN, melayang begitu saja”
“oh pantesan mungkin tadi masinis merem kreta tiba-tiba, sehingga kereta berguncang”
Perbincangan terjadi bukan hanya diantara mereka, tapi dalam bathinku. Tidakkah kalian sadari kalau aku bisa mengartikan semua isyarat itu mungkin semua akan baik-baik saja, bukankah dulu pun seperti itu, seseorang terjatuh dari ketinggian dengan memakai baju hitam dan aku melihat diantara air-air. And itu kejadian, jembatan itu an sunngai itu seseorang gantung diri disana. Tidakkah ada rasa bersalah darimu mel? “amat sangat”
Ingat saat sahabatku jatuh sakit DBD? Apa yang aku impikan seperti itu. Kuceritakan pada seseorang seetelah setengahnya berjalan, dan setengah dari endingnya tak menjaddi nyata. So aku tidak mau dicap sebagai pembohong. Tapi jika aku diam aku salah. Dan  apa yang mesti aku lakukan?
Jangan pikir aku hanya ingin dipuji hebat, atau apapun, karna ini bukan masalah tentang bisa/tidaknya kemampuan ini didapat. Tapi sulit untuk bisa beradaptasi dengan ini. Terlebih dengan rasa bersalah dan tak tau cara bertindak. Memang takdir tak bisa dihalangi layaknya film-film ditv, tapi setidaknya ada hal yang berguna yang bisa akku lakukan.

               

Minggu, 19 Januari 2014

Dwitasari :): Kenapa Harus Kamu?

Dwitasari :): Kenapa Harus Kamu?: Kenapa harus kamu? Yang menghadirkan tanda tanya dan bisu yang menyeringai santai Kenapa harus kamu? Yang tiba-tiba datang lalu...

Minggu, 05 Januari 2014

keep fight mel :-)

Lelah..
Mungkin anggapan ini terbukti nyata pada setiap kehidupan,
Dan tanpa alasan.. ya tanpa alasan..
Cape..
Itulah yang dirasakan,
Hem.. entah..
Esok awal dari titian pembelajaran baru..
Berjuang kembali,
Tapi mengapa raga dan fikiran tidak sejalan,
Lelah ..
Apakah terlalu menyia-nyiakan waktu kemarin?
Kurasa tidak..
Mungkin terlalu menyibukkan diri?
Kurasa tidak..
Jadi?
Entah..
Seperti biasa hanya butuh tarikan nafas panjang dan diam,
Kemudian tangisan..
Jangan khawatir,
Tangisan ini adalah peluapan kelelahan,
Esok pun kan seperti biasanya,
Dan mari awali dengan senyuman..

-tulisan ini hanya sebatas peluapan agar tak merasa lelahh lagi. Mungkin .. aamiin
 you have to fighting tomorrow..
you can :-D