Rabu, 18 Desember 2013

............

entah mengapa hai pantulanku,
aku merasa kau tak menginginkan aku ada disisimu,
mungkin-itu yang aku rasakan-
tapi aku tak mau salah persepsi biarlah semua terjawab nanti,
aku tak mau menerka,
karna berulang kali aku terjatuh karna pemikiranku sendiri,

Wahai pantulanku,
aku ingin kau tau betapa aku selalu menyalahkan waktu,
padahal tak ada yang salah tentang waktu,
tak ada yang salah tentang takdir,
dan tak ada yang salah tentang semmua..

Taukah kau awal mula kita dipertemukan,
Itu karna aku ingin mengenalkan mu dengan temanku..
dan hingga saat pertemuan kita saat kita pergi kesebuah tempat bersama (R) dan (L)
aku lah yang telah terjatuh dengan hanya satu ucapan darimu,
-tentang batu yang ku pegang-
ingatkah kamu, saat itu aku ingin melempar orang gila itu,
dan sekarang aku ingin aku menggenggam batu itu, menyimpannya sebagai sebuah simbol bahwa karnanya aku merasakan ini..

tapi sadarkah aku, temanku itu mungkin akan merasa tersakitiu dan terasa terkhianati,
tapi aku tetap punya perasaan ini,,,
dan saat aku tau kau pun sama sepertiku,
aku tak pernah ingin membuang perasan ini..
salah kah aku ini, hanya sekedar menjaganya?
bukankah aku hanya manusia biasa yang hanya menerima fitrah..
dan kini aku percaya aku harus menjaganya,
semoga kau pun begitu pantulanku.
mungkin kau takkkan melihat tulisan ini, namun semoga Tuhan sampikan pada dirimu, agar jkau tetap menjadi cerminanku..
aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar