Layaknya manusia yang terlalu merenungi setiap kesalahannya. Begitu pun aku, karna aku manusia seperti mereka. Pemikiran setiap manusia itu berbeba-beda. Karna setiap otak mereka beriai pengalaman dan pengetahuan yang memberikan pemahaman yg berbeda pula. Mungkin dipemikiran teman-temanku disini lebih pada bagaimana mereka menghabiskan waktu. Bukan bagaimana vara memanfaatkan waktu.
Kadang setiap pengalaman berikan kedewasaan pada setiap pemikiran manusia, tapi tidak semua dapat menjadikan realita yang sempurna. Lalu hanya sebatas berfikir cerdas tanpa mampu melakukan tindakan yang difikirkan itu.
Hal yang membuatku keceqa dan kesal kepada dirilu sendiri reader.. Aku hanya mampu berfikir tanpa mampu bertindak, padahal setelah itu barulah aku menyadari bahwa otakku lebih cepat menggali dari pada otak mereka yang mampu berteriak sekali. Jadi aku kalah? Kataku dalam hati pada sendiri.
Aku mampu berfikir lebih cepat dari mereka namun apa daya mengatakan apa yang terbesit dlm pikiranku aendiri.. Kecewa pasti. Menyesal tentu. Lalu apa yang aku lakukan tuk sekedar mengucap.
Salah satu temanku berkata.. Ko kamu kelelep sih mel, kupikir diawal kau akan timbul kepermukaan, lalu bergembira..???
Tidakkah aku percaya terhadap diriku sendiiri, yang orang lainpun percaya.. Lalu tak ada alasan untuk mengatakan kalah dalam pertarungan. Sukmaku bilang.. Kamu yang telah memilih jalan ini, lalu kau akan seperti dulu ditimbun dan menimbun diri???
Aku termangu, merasa bahwa aku adlah manusia terbodoh yang Tuhan ciptakan.
Tapi ragaku menegur.. Aku manusia terlahir istimewa, diciptakan sebaik-baiknya.. Maka perlu berjalan dengan kehebatan disetiap perjalanannya..
Maka aku meati bangkit, sebeluma aku terpuruk dan terdampar di hamparan luas dan menunggu ditampar atau menampar sendiri dipitaran hidup yang fana..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar